
Demam komik fairy tail sedang melandaku. Aku sudah lupa sejak kapan aku mengenal komik ini. Bukan baru saja komik ini terbit. Entah sudah berapa lama. Tapi, aku mencarinya mulai dari chapter 1 dan mengikutinya sampai selesai. Apa yang menyebabkan aku begitu antusias terhadap komik ini, akupun tak tahu. Yang jelas, aku suka karakter-karakter yang ada di dalamnya. Firy Tail menceritakan tentang kehidupan para penyihir ( mage ). Para mage masing-masing mempunyai perkumpulan atau komunitas yang dinamakan guild. Kerja mereka adalah membantu manusia. Dan Fairy Tail ini adalah sebuah guild yang boleh dikatakan sedikit spesial dibanding guild yang lain. Mereka tidak peduli dengan aturan ataupun perintah dari pemerintah ( dewan mage ). Mereka selalu mengerjakan pekerjaannya dengan cara mereka sendiri. Satu yang paling saya sukai, hobby para mage dari Fairy Tail adalah merusak ! It's so cool !
Demam terhadap komik bukan yang pertama kali untukku. Sejak masih duduk di bangku SD dulu, aku sudah tergila-gila pada komik. Saat itu, komik Dragon Ball yang menjadi tempat hatiku bernaung. Seiring berjalannya waktu, entah sudah berapa puluh komik yang kugila-gilai. Seperti Shaman King, Naruto, Fulmetal Alchemist, Beauty Pop, Crows, dll. Banyak temanku yang bertanya, apa sih yang membuatmu begitu menyukai komik ? Saya jgaa bingung mau bilang apa. Sangat banyak yang membuatku jatuh hati. Dari gambar, ceritanya, karakter tokoh, dan yang lainnya.
Okeh ! Kita kembali ke Fairy Tail. Karakter-karakter yang ada di dalam komik ini hampir mirip dengan karakter d komik lainnya. Khas manga banget. Yang menjadi superhero nya itu pastinya orang yang ceroboh, kemampuan yang pas-pasan tapi punya semangat dan optimisme yang tinggi. Kemudian punya sahabat yang pendiam, cool, dan punya kemampuan yang lebih diatas daripada dia. Yah, saya kenalkan beberapa tokoh komik Fairy Tail ini.
1. Natsu
Dia adalah karakter utama dalam komik ini. Dia adalah seorang mage api. Dia waktu kecil dilatih oleh seekor naga api yang bernama Igneel. Ceroboh, tidak pernah berpikir panjang, suka membuat onar, periang, tapi dia selalu bisa diandalkan karena rasa optimisnya yag sangat tinggi. Karena itu jugalah dia menjadi kesayangan teman-temannya di guild Fairy Tail. Dia juga sangat mencintai teman-temannya. Aku suka karakter Natsu ini.
2. Gray
Dia adalah sahabat Natsu. Hanya saja, mereka selalu berkelahi. Mungkin karena elemen mereka berbeda. Karena Gray adalah penyihir elemen es. Tapi mereka sangat kompak jika berada dalam satu tim. Gray adalah sosok pria tampan dan cuek yang menjadi perhatian utama Juvia.
3. Lucy
Nama lengkapnya Lucy Heartfilia. Dia adalah anak seorang konglomerat di kota itu. Tapi dia memutuskan untuk lari dari rumahnya dan hidup berkelana. Lucy dan Natsu tak sengaja bertemu dan berakhir pertemanan karena Lucy memutuskan untuk bergabung di Fairy Tail. Lucy adalah seorang mage stellar spirit ( pemanggil roh ).
4. Erza
Erza sangat cantik. Juga sangat kuat. Dia adalah salah satu mage terkuat di Fairy Tail. Dia selalu menggunakan armor d tubuhnya yang berfungsi sebagai pertahanan. Hanya Erza yang mampu melerai perkelahian antara Natsu dan Gray yang terjadi hampir tiap hari. Kekuatan Erza terletak pada pedangnya yang mampu memotong sihir yang lainnya. Erza adalah karakter favoritku. Cantik, kuat, dan misterius.
5. Makarov
Makarov adalah salah satu dari 10 mage suci terkuat diantara semua mage. Memang tubuhnya kecil tapi dia mampu berubah menjadi raksasa dan mampu menghancurkan apa saja. Dia juga menguasai 3 sihir terkuat yang dimiliki oleh Fairy Tail. Makarov adalah pemimpin dari guild ini. Karakternya sangat santai. Tapi dibalik itu, dia sangat bijak. Hanya saja, dia sedikit genit.
Masih ada banyak karakter yang lainnya.
Gildarts, Mirajane, Laxus, Elfman, Cana, Mystogan, Gajeel, Juvia, dll.







Ini komik pertama yang membuat saya tertarik untuk membaginya. Karena memang keren.
I LOVE FAIRY TAIL

Jenis buku : Novel roman spiritual
Judul Asli : Na margem do Rio piedra eu sentei e chorei
Pengarang : Paulo Coelho
Alih bahasa : Rosi L Simamora
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
“cinta adalah perangkap. Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya”.
Begitulah yang semula dipercaya pilar. Tapi apa yang terjadi ketika ia bertemu dengan kekasihnya setelah sebelas tahun berpisah? Waktu menjadikan pilar wanita yang tegar dan mandiri, sedang cinta pertamanya menjelma menjadi pemimpin yang tampan dan karismatik. Pilar telah belajar mengendalikan perasaan-perasaannya dengan sangat baik, sementara kekasihnya memilih religi sebagai pelarian bagi konflik-konflik batinnya. Kini mereka bertemu kembali dan memutuskan melakukan perjalanan bersama-sama. Perjalanan itu tidak mudah, sebab dipenuhi sikap menyalahkan dan penolakan yang muncul kembali setelahlebih dari sepuluh tahun terkubur dalam-dalam di hati mereka. Dan akhirnya, di tepi sungai Piedra, cinta mereka sekali lagi dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan terpenting yang bisa disodorkan kehidupan”
Paulo Coelho adalah salah satu penulis favorit saya. Novel ini adalah salah satu karyanya. Saya selalu senang membaca karya-karya yang dihasilkannya. Temanya memang sederhana. Cinta. Tapi yang dibahas di dalamnya sangatlah luas.
Dalam novel ini, dibahas bagaimana perjalanan dua orang yang sedang dimabuk cinta. Tapi berbagai macam persoalan menghadang. Juga bagaimana penulis menggambarkan sosok Sang Bunda sebagai sisi feminim dari Tuhan. Sangat manis. Rasa cinta kasih adalah salah satu sisi feminim dari Tuhan. Selama ini, sisi maskulin dari Tuhanlah yang sering disinggung oleh pemuka agama. Seperti sifat maha kuasa, maha besar, dll.
Penulis mampu memainkan kata-kata yang membawa kita ke alam imajinasi terliar kita. Dan buku ini bisa menjadi teman malam yang baik. Selamat membaca !
Maafkan aku karena aku senang melihat wajahmu yang sedang tidur. Aku senang melihat caramu berjalan. Tegap, pasti, tanpa ragu. Aku suka melihat wajahmu. Caramu menatap, tertawa, marah, dan sedih. Aku suka caramu berpakaian yang sedikit urakan. Saat kau memakai kaos yang sedikit longgar, dan celana jins yang robek di bagian lututnya. Aku suka semua yang ada padamu. Setiap momentku denganmu akan tetap terekam di otakku. Aku tak pernah lupa caramu menggangguku. Juga gaya bicaramu yang kasar yang sering membuatku tersinggung. Tapi beberapa saat kemudian kau datang padaku dengan penuh penyesalan. Bagaimana aku bisa marah kalau kau seperti itu ? Kau menjengkelkan. Sangat menjengkelkan. Tapi itulah yang membuatmu manis. Maafkan aku. Karena kau temanku.
Aku bukan orang yang mampu menyimpan persoalan sendiri. Aku sangat senang bisa membaginya denganmu. Kau dewasa dalam berpikir. Kau tidak pernah menarik kata-katamu kembali. Kritik dan saranmu tak pernah kuanggap angin lalu. Aku juga ingin kaupun membagi keluh kesahmu denganku. Aku ingin aku ada artinya untukmu. Meski kadang kau cuek kepadaku, meski kau pernah membuatku menangis, takkan pernah menjadi masalah. Itulah dirimu.
Orang lain selalu menganggapku perempuan yang tangguh, mandiri, dan mampu melakukan apa saja. Itu membuatku selalu menjaga harga diriku. Rasa gengsi ini membuatku terus terpacu untuk selalu menjadi lebih, lebih , dan lebih lagi. Aku harus bisa melakukan apa saja. Meski kadang semua itu sudah lebih dari batas kemampuanku, aku akan memaksa. Aku memaksakan diriku menjadi apa yang selama ini orang anggap mengenai diriku. Ego ini membuatku memakai topeng yang takkan mampu untuk kulepaskan. Aku selalu mencela orang yang lemah. Itu hanya pembenaranku karena aku tak mampu menunjukkan diriku yang sebenarnya dan terus larut dalam kepura-puraan ini. Aku benci diriku.
Tapi kau berbeda. Di depanmu, harga diriku terinjak-injak. Egoku hanyalah sampah. Semua itu luntur ketika berhadapan denganmu. Aku tak mampu menyembunyikan semua ketakutanku, kekhawatiranku, dan ketidakmampuanku. Jika aku menampakkan kesombonganku, hanya akan membuat diriku terlihat lebih bodoh dari keledai. Kaulah sosok lelaki yang selalu kudambakan. Kaulah sosok teman yang aku inginkan.Di hatiku, kaulah yang menjadi super hero. Dan sepertinya akan tetap seperti itu. Tapi kau tak juga mengerti itu.
Mungkin kau kadang merasa muak padaku. Asal aku ada masalah, aku pasti mencarimu. Seakan-akan kau harus selalu ada untukku. Apakah kau tahu kalau itu semua hanya alasan untuk bisa bertemu denganmu ?
Entah sudah berapa lama aku mengenalmu. Waktu yang kita lalui bersama tidaklah singkat. Tapi aku tidak pernah merasa betul-betul mengenalmu. Kau ada di sampingku tapi kita seakan terpisahkan oleh lautan. Kau jauh disana dan aku hanya mampu memandangmu. Aku tak mampu menggapaimu.
Tahukah kau kalau hatiku sakit ? Aku melihatmu dengannya. Aku melihat bagaimana kau memperlakukannya bak seorang ratu. Kau selalu berusaha melakukan yang terbaik untuknya. Sejak awal kau sudah ingin berkomitmen dengannya. Aku iri. Iri padanya. Dia memang masa lalumu. Mungkin betapa bodohnya aku di matamu karena iri pada masa lalu orang lain. Tapi aku tak bisa mengusir itu dari kepalaku. Karena aku ingin. Aku ingin komitmen itu tapi kau tak pernah ingin memberikannya. Apakah aku harus menjadi dia ? Aku tak bisa. Dia terlalu indah. Dia pantas. Tapi aku tidak. Dan kau sadar itu.
Tak perlu kau selalu ada di dekatku. Aku hanya ingin kepastian kalau akupun berarti untukmu. Tapi tak masalah. Mungkin itu sudah cukup untukku. Maafkan aku yang menyimpan rasa ini padamu. Karena kau temanku.

UNHALU (Universitas Haluoleo) menjadi tuan rumah MUSWIL (Musyawara Wilayah V) IMIKI (Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia) SULAM-PAPUA yang di selenggarakan pada 9 s/d 12 Februari 2012. Seminar Nasional “Peran Media Massa Menuju Bangsa Yang Berkarakter” menjadi pembuka acara dalam kegiatan yang bertempat di Aunditorium Mokodompit, Universitas Haluoleo, Kendari ini. Dalam Seminar Nasional ini UNHALU mengundang Dr. Eni Maryani, Dra. M. Si, sebagai pemateri langsung dari Bandung untuk membawakan materi dengan Sub Judul : “Isu dan Riset Komunikasi Kontemporer”.
Kedatangan peserta MUSWIL V IMIKI tentunya membawa panitia dan mahasiswa UNHALU kepada pengenalan karakter yang baru. Kehadiran peserta MUSWIL tentunya membawa panitia dan mahasiswa UNHALU untuk segera mengenal karakter mereka. Kegiatan ini dihadiri oleh 12 Universitas dan masing-masing diwakili oleh 3 orang delegasi.
MUSWIL V IMIKI ini diselenggarakan di Ruang Senat FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Dalam 3 hari peserta dan panitia sudah mulai membuka diri dalam kegiatan ini. Fokus kegiatan yang paling besar adalah saat pemilihan Ketua Wilayah yang baru. Dalam pemilihan ini ada 12 suara yang wajib memilih yang masing-masing Universitas mewakili 1 suara. Dalam pemilihan ini juga di hadiri oleh Ketua Umum IMIKI, yang kerap di sapa Kak Irwan.
Pada akhirnya, terpilih 2 calon ketua wilayah yaitu Saudara Erwin dari UNHALU dan Saudara Muh. Fadli dari UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin setelah menyisihkan 3 orang bakal calon yang lainnya. UNHALU patut berbangga karena selain menjadi tuan rumah MUSWIL V, salah satu mahasiswa UNHALU juga terpilih menjadi Ketua Wilayah V IMIKI.
“Terimakasih kepada seluruh kawan-kawan Wilayah V yang telah mengamanahkan kepada saya sebagai ketua IMIKI Wilayah V. Semoga bisa bekerjasama untuk IMIKI ke depannya. Tanggung jawab bukan persoalan yang mudah di lakukan tetapi bahwa dengan kerja keras dan niatan yang lahir dari setiap individu yang solid, itu mampu membawa sebuah perubahan”. papar Erwin selaku Ketua IMIKI Wilayah V terpilih Periode 2012-2014.
Aku benci mimpi. Kebohongan demi kebohongan dipamerkan dalam mimpi. Membuat orang masuk dalam zona nyaman. Mimpi sesuatu yang mudah dan gratis pula. Tapi mimpi adalah mimpi. Bukan realitas. Sesuatu yang terasa sangat dekat dan indah namun itu semua tak nyata. Karena itu, aku benci mimpi. Sekali lagi, aku benci mimpi.
Kehidupan nyata itu jahat. Bulshit semua omongan motivator yang mengatakan hidup ini indah sejak awal. Semua keindahan hanya bisa didapatkan dengan keringat, rasa sakit, bahkan darah. Tidak serta merta karunia. Mimpi dapat membuat orang larut di dalamnya. Membuat orang melupakan realitas yang jelas-jelas ada di depan mata. Aku tidak ingin bermimpi. Makanya, aku meminimalisir waktu tidurku agar mimpi tidak datang menghantui hidupku. Aneh ? Memang. Tapi itulah aku. Salahkah ?
Aku punya teman yang setia menemaniku melewati malam panjang. Buku, kopi, dan rokok. Bersama mereka aku melalui detik demi detik kesunyian malam. Menjelang pagi baru aku memejamkan mata. Tidak pernah lama. Hanya sekedar untuk menghilangkan rasa kantuk. Dan ketika sang surya mulai beraksi memamerkan kegagahannya, aku akan bangun dan menjalani hidup seperti biasanya.
“ Boleh aku duduk disini ?” terdengar suara merdu di telingaku. Aku menoleh kearah datangnya suara itu. Wajah seorang bidadari yang tersenyum manis tampak dengan jelas dihadapanku. Aku hanya mengangguk perlahan dan kembali menatap buku di hadapanku. Tapi wajah cantik itu sangat mengganggu pikiranku. Aku tak dapat kembali fokus pada bacaan yang sedari tadi ku tekuni. Selama aku hidup, baru kali ini aku melihat senyum yang semanis itu. Aku memberanikan diriku untuk mengangkat wajahku dan menoleh ke arahnya. Tapi dia sudah pergi. Entah kemana. Aku seperti orang linglung. Aku bangkit berdiri dan berlari ke manapun kaki ku membawaku. Aku mencari, mencari, dan terus mencari. Tapi aku tak menemukannya. Samar pun tidak.
Aku terbangun. Mimpi itu sungguh menyakitkan. Sudah sebulan ini mimpi yang sama terus menghantuiku. Aku tak mengenal siapa dia. Bertemu sekilas pun rasanya tak pernah. Tapi kenapa dia terus ada dalam mimpiku ? Menjengkelkan ! Memikirkannya saja sudah membuatku malas. Aku bangkit dari tempat tidur bersiap-siap pergi ke kampus. Final pagi ini lebih pantas dipikirkan daripada mimpi brengsek itu.
Kepalaku pening sekali. Soal ujian final tadi membuatku setengah gila. Kupacu motor kesayanganku menuju danau buatan di lingkungan kampus. Lebih baik aku membaca buku disini agar pikiranku sedikit tenang. Membaca di tempat sepi benar-benar hiburan yang terbaik.
“ Boleh aku duduk disini ? “ Itu suara yang sangat akrab ditelingaku. Setengah terperanjat, aku pun menoleh dan mendapati wajah bidadari tersenyum padaku.
Dari catatan harian Maria
Alkisah, dulu ada seekor burung jantan yang tampan. Dia punya sepasang sayap yang indah dan tubuhnya berhias bulu beraneka warna yang halus mengkilat. Pendeknya, dia diciptakan untuk terbang bebas di langit biru dan memberi rasa bahagia pada semua makhluk yang memandanginya.
Pada suatu hari, sorang perempuan melihat burung itu dan langsung jatuh hati padanya. Mulutnya menganga penuh kekaguman saat memandangi burung itu terbang membelah langit, jantungnya berdegup kencang, matanya berbinar-binar penuh harap. Dia meminta burung itu membawanya terbang, dan keduanya menari dengan serasi di angkasa. Dia sungguh mengagumi dan memuja burung itu.
Sempat terlintas di benak perempuan itu: Mungkin burung itu ingin berkelana ke puncak-puncak gunung yang jauh! Seketika hatinya risau dan cemas, khawatir hatinya tak mungkin jatuh cinta kepada burung lain. Dan ia merasa sungguh iri, mengapa dia tak bisa terbang bebas sebagaimana burung pujaannya itu.
Dan dia merasa kesepian.
Lalu dia berpikir: “Akan kubuat sebuah jebakan. Jika burung itu muncul lagi, dia akan terjebak dan tak bisa pergi lagi.”
Si burung yang ternyata juga jatuh cinta pada perempuan itu datang keesokan harinya, terpikat masuk ke dalam jebakan, dan akhirnya dikurung oleh perempuan itu.
Dengan puas hati perempuan itu memandangi burung pujaannya setiap hari. Akhirnya dia mendapatkan objek tempat dia menumpahkan segala luapan nafsunya, dan tak lupa dia memamerkan burung itu kepada teman-temannya yang tak henti-hentinya memuji: “Kini kau telah mendapatkan segala sesuatu yang kau inginkan.” Namun kini telah terjadi perubahan yang aneh: karena burung itu telah mutlak dikuasainya dan dia tak perlu merayu dan memikatnya lagi, akhirnya dia tak lagi tertarik kepadanya. Dan si burung yang tak kuasa terbang dan mengungkapkan makna hidupnya yang sejati mulai merana; bulunya yang indah mengkilat berubah kusam, dan makhluk yang penuh pesona itu berubah menjadi buruk rupa, dan perempuan itu semakin lama semakin tak menghiraukan dia, kecuali memberinya makan dan minum serta membersihkan kandangnya.
Pada suatu hari burung yang merana itu mati. Perempuan itu sangat bersedih, dan setiap hari menghabiskan waktunya untuk mengenang si burung. Tapi dia tak lagi hirau pada kandang burung itu, dia hanya teringat saat pertama kali melihat si burung mengepakkan sayapnya dengan penuh keyakinan diri di sela-sela awan.
Seandainya dia bisa bercermin pada kalbunya yang paling dalam, dia insaf bahwa pesona terbesar makhluk berbulu itu adalah kebebasannya, keperkasaan kepak sayapnya, dan bukan sosoknya yang rupawan.
Tanpa kehadiran burung itu, hidupnya berubah hampa dan sepi makna, hingga suatu saat datang Maut menjemputnya. “Mengapa kau datang kemari?” Tanya perempuan itu. “Kujelang dirimu agar kau dapat kembali terbang bersamanya ke langit,” jawab Maut. “Kalau saja dulu kaubiarkan dia bebas datang dan pergi, tentu akan semakin besar cinta dan kekagumanmu padanya; dan aku tak perlu datang untuk membawamu kepadanya.”
Aku duduk terdiam sambil merokok di sudut ruangan yang sempit dan remang-remang ini. Tempat ini sangat pengap karena banyaknya manusia, sangat sesak karena asap rokok, dan sangat ribut. Ada beberapa orang yang sibuk beradu pendapat, ada yang sibuk mengutak-ngatik telepon genggamnya, ada yang bercanda dengan temannya, dan adapula yang tidur. Memang sekarang sudah larut malam. Kantuk pun sudah mulai menyerangku. Tapi aku mencoba untuk terus fokus.
Peristiwa kemarin benar-benar mebuatku terpukul. Bayangan orang tuaku yang sedang bekerja keras di sawah terus menghantui pikiranku. Tiga tahun lalu mereka melepaskanku untuk datang menuntut ilmu di kota ini. Air mata bahagia menutupi wajah ibuku saat itu. Aku tahu bagaimana sulitnya beliau mengumpulkan uang untuk membiayai kuliahku disini. Dan aku tahu harapan ibuku yang menginginkan aku kuliah sebaik mungkin supaya pada akhirnya aku bisa kerja di tempat yang terbaik untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluargaku. Saat itu akupun sependapat dengan mereka.
Aku bingung bagaimana menyampaikan pada orangtuaku keadaanku saat ini. Jujur saja, aku tak ingin melihat orangtuaku sedih karena anaknya ini telah di drop out dari kampusnya. Akupun tak ingin pulang ke kampung dengan tangan kosong dan tanpa bekal apapun dari sini. Ilmu yang kudapat disini belum seberapa. Sejenak aku ingin berhenti dari lingkaran yang telah mengikatku ini bila teringat wajah ibuku. Namun sayang, akal sehatku tidak mengizinkannya.
Akupun tak habis pikir, mengapa hanya karena menyuarakan aspirasi kami diberikan sanksi yang sangat tidak masuk akal ? Lari kemana sistem demokrasi yang selama ini diagung-agungkan oleh para penguasa ? Apakah demokrasi hanya sesempit sistem pemilu ? Bukankah esensi dari demokrasi adalah kebebasan tiap individu untuk menyampaikan aspirasinya ? Apalah artinya bila kita cukup makan tapi rasa aman dan kebebasan kita dirampas ? Para penguasa jahanam itu telah menjajah kita secara halus. Dengan menjual-jual nama kesejahteraan mereka telah menekan kebebasan kita. Aku tak ingin terus terperangkap dalam lingkaran setan itu.
Mereka yang ada di ruangan ini adalah mereka yang bersolidaritas untuk kasus yang menimpa aku dan kawan-kawanku. Melihat wajah-wajah mereka yang semangat meski sudah larut malam, aku merasa bersalah karena sempat ragu tadi. Aku bertekad untuk menyelesaikan apa yang sudah kumulai. Aku tak akan membiarkan diriku kalah oleh para penguasa jahanam itu. Mungkin saja dunia yang indah itu akan terwujud. Meski saat ini masih ada di dalam ide.

Kupandangi wajah yang terpantul di air. Terlihat seorang perempuan berkulit sawo matang, berambut ombak yang berantakan, dan mempunyai konstruksi muka yang biasa-biasa saja. Tapi dia cukup manis. Matanya merah seperti kelelahan, kantung matanya juga bengkak dan menghitam. Tanda bahwa dia kurang tidur. Raut mukanya pun sangatlah datar dan tanpa ekspresi. Namun jelas terlihat kesedihan di dalam sorot matanya. Aku tak berani menatapnya secara langsung padahal dia tepat berada di sebelah kananku. Entah apa yang sedang dipikirkannya.
Sudah setengah jam dia duduk dan bercermin di air danau ini. Aneh memang. Tapi menurutku, aku yang sedari tadi memandang bayangan wajahnya di air adalah orang yang jauh lebih aneh darinya. Aku bertanya-tanya, apakah dia masih hidup? Aku tak mengerti mengapa aku tak juga beranjak dari tempat ini. Seakan aku terhipnotis oleh perempuan itu. Dia masih seperti tadi. Diam dan tanpa ekspresi. Aku ingin menyapanya dan bertanya, siapakah dia? Sedang apakah dia disini? Dan segudang pertanyaan lainnya. Mungkin tidak sepantasnya aku ingin tahu tentang dirinya. Toh, aku tidak ada urusan dengannya dan dia juga tidak merugikanku. Entah apa yang menarikku untuk terus mengawasinya.
Sejam berlalu.
Dia menangis! Air matanya turun, tapi ekspresi wajahnya sama sekali tidak berubah. Dia sama sekali tidak berusaha menyeka air matanya. Seakan-akan nyawa perempuan ini ada di tempat lain. Aku ingin mengulurkan tanganku untuk menyeka air matanya. Tapi bagaimana aku melakukan itu? sedangkan untuk mengangkat wajahku dan menatap orangnya langsung saja, aku tidak berani. Kasihan dia. Sepertinya, dia punya persoalan yang berat. Apakah dia ada masalah dengan orang tuanya? Ataukah dia baru saja putus dengan pacarnya? Entahlah.
Aku mencoba untuk mengangkat wajahku dan melihatnya langsung. Aku sangat kasihan padanya. Mungkin saja, dia butuh teman untuk berbagi. Sepertinya, dia kesepian. Sial! Leherku sakit sekali! Aku tak bisa menegakkannya. Mungkin keram karena sudah sejam lebih aku menunduk untuk melihat ke dalam air. Padahal, aku ingin sekali menyapa perempuan itu. Sepintas, terbesit perasaan kecewa dalam hatiku. Kuputuskan untuk mempertahankan saja posisi ini. Berlama-lama duduk untuk memandangi perempuan semanis dia, tidak ada salahnya untuk seorang laki-laki.
Tiga jam kemudian.
Kakiku mulai keram karena terlalu lama duduk. Punggungku pun sudah mulai sakit. Tapi perempuan itu, masih tetap pada posisi yang sama dan sama sekali tidak bergerak. Dia sudah berhenti menangis. Pasti air matanya sudah kering karena menangis terlalu lama. Tiba-tiba, aku merasa leherku normal kembali. Tak ada lagi rasa sakit yang menggangguku. Aku memejamkan mataku selama sepuluh detik, lalu aku memberanikan diri untuk mengangkat kepalaku dan menoleh ke kanan. Dia tidak ada! Dia sudah pergi! Mungkin dia sudah capek menangis dan bercermin di danau ini. Kecewa dan rasa sesal menghantui kepalaku. Kenapa tidak daritadi aku menyapanya dan hanya mampu melihat bayangannya di dalam air? Aku tidak berhenti untuk mengutuki diriku sendiri yang sangat lamban.
Akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Aku berdiri dan berjalan ke arah tempat parkir. Aku membungkuk ke tanah dan mengambil kunci motorku yang tiba-tiba terjatuh. Aku menoleh sekilas ke air danau. Bayangan wajah perempuan yang manis itu ada dan tersenyum padaku.
revolusi mesir sedang hangat2 nya dibicarakan saat iniy.. ternyata persoalannya sangat sepele.. berawal dari persoalan perut ! karena harga gandum yang kian membumbung tinggi,, rakyat mesir yang notabene makanan pokoknya adalah roti,, menjerit kepada pemerintah.. dan kasus ini didukung oleh ribuan massa dari seluruh dunia termasuk INDONESIA !!
kita lihat negeri kita saat ini. apakah revolusi 1998 yang lalu itu berakhir bahagia ??
TIDAK !! sampai saat ini kita tidak melihat ada perubahan yang total ! padahal,, rezim Orde baru sudah musnah ! persoalan korupsi tidak pernah selesai. malahan kasus video porno jauh lebih penting daripada persoalan penggelapan uang.. mahasiswa pun tidak bebas berdemonstrasi.. malahan polisi diberi wewenang untuk menembak di area demonstrasi ! apa bedanya dengan zaman Orde baru yang lalu ?? TIDAK ADA PERBEDAAN YANG MENDASAR !!
TRAGIS ! itu kata yang paling tepat untuk menggambarkan nasib bangsa kita saat ini.. salah satu partai politik mengklaim bahwa mereka mendukung revolusi mesir.. mereka terlihat sangat "keren" ! tapi mereka tidak melihat "perut" bangsanya sendiri ! masalah dalam negeri tidak pernah selesai, malah mengurusi negara lain..
saya salut dengan warga mesir yang mau bersatu melawan pemerintah yang tidak mensejahterakan rakyatnya.. saya rindu,, rasa itu ada kembali di hati rakyat indonesia sekarang.. bukan hanya pada tahun 1998.. karena indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja..
januari yang lalu,, salah satu dosen dan beberapa masiswa di Universitas Al-Asyariah Mandar (Unasman),, menjadi korban penembakan polisi... dan masih banyak kasus penembakan yang lain.. ini menjadi bukti kalau revolusi di Indonesia belum selesai !
Lalu kapankah Indonesia yang bahagia itu terwujud ?? entah kapan !
kemarin waktu saya lgi crita-crita sama mce ku d warung coto dewi,,,, mace ku tiba-tiba bilang nda selamanya kata "iya" itu berarti menurut...... bisa jadi itu berarti nantang !!!!! what ?????!!!! saya langsung bingung sendiri... ini mamaku ngantuk ato capek ato mengkhayal ato apa ????? apalagi sudah jam 2 subuhmi..... ( biasa lah klo mama dan anak yg sama2 tukang jokka skalian kurang kerjaan,, keluyuranlah tengah2 malam kyak kuntilanak ).... dan akhirnya kami terlibat percakapan seperti ini ...........
saya : apah mksud nya itu kata2 ma ??? kok saya nda ngerti ????
mamah : jelasmi kw nda ngerti.... ka otakmu msh dibawah standar !!!!
saya : aduh mamah !!! serius saii dlue.....
mamah : bgni e,,,,, klo misalnya mamah marah sama kw,, trus mamah usir ko dri rumah,,, kw bkin apa ?????
saya : nangis2 ka iah minta jgn diusir !!!
mamah : nah !!!! klo misalnya kw blg k mamah,, "iya ! biarmi saya pergi dari rumah !",,, pasti bakal tmbh naik emosi ku karena itu artinya kw menantang mama !!! tp klo kw nangis2 minta jgn diusir,,, brarti kw nurut sama mama !! ngerti mko ????
saya : belum !!!! tp bukannya klo saya ikuti kemauannya mamah brarti saya menurut ???
mamah : bukan !!! coba kw pikir baek2.. bayangkan kw adah di posisi mamah waktu itu,,, pasti bgtu jko toh ????
saya : iyah sih.....
mamah : tuu ! ngerti mko toh,,, jangan ko kira kata "iyah" selalu berarti menurut... bisa berarti nantang... bisa jga arti yang lain...
saya : apa itu arti2 yang lain ????
mamah : cari ko sendiri deh !!
saya : e de de .... malas ku jah !
mamah : klo kw malas,, nda adah yg bkal kw tw... urusanmu itu !
saya : ( berpikir)
mamah : woi ! jangan ko mlamun ! lomba ki ! sapa plg lama sampe di kasir,, dy yg bayar !!! ( langsung berdiri dan jalan cpad2 k kasir )
saya : astgah Mama !!!!!!!!
yah... itu lah sekilas cerita ku sama mace ku yg mukanya manis sekali tapi aslinya mengerikan... tapi bgtu2 gann,, mace ku tonji....
kembali ke topik !!!
sampe di rumah,, saya pikir2,, ternyata kata2 mace ku benar juga..... seperti contoh yang tadi diangkad maceku,,, mmg terkesan menantang ki itu kata " iyah ".... trus,, saya dapad juga contoh lain.....
klo misalnya maceku pukul ka tanpa adah salah ku baru yg diam2 ja saja,,, itu bukan berarti saya menurut kata-kata nya !!! tapi saya lg mempertunjukkan kebodohan ku sendiri....
yah.... ini mi unik ny dunia..... kadang-kadang sesuatu hal bisa berubah menjadi lain dan berubah 180 derajad !!!!!
semakin saya pikir,,, semakin saya bingung !!!
pas,,, saya mw tdur,, mace ku tiba2 masuk di kamarku,, trus blg bgni,,,
mamah : elha,,, klo mwko semua pertanyaan mu ttg khidupan dijawab,, baca ko buku ny erbe sentanu yg judulnya Quantum Ikhlas... adah di lemari buku ny mamah.... bagus itu buku.... adah caranya supaya bisa ko dapad kebahagiaan yang hakiki.. itu mi yg bkin saya awet muda !!!!
saya : apah itu kebahagiaan yg hakiki ????
mamah : klo ku tanya mko,,, nda mw mko ntar baca itu buku !!!
saya : ini mamah suka ny gantung ka kodong .....
mamah ; biar mi....
yah... saya akan coba baca itu buku.... pendahuluannya saja sudah bkin saya agak bingung...... tapi akan saya coba...... karena tiba-tiba teringad ka jg kata2nya kakak kopel ekskul penalaran,,, klo qta smua perlu mempelajari yg namany "ikhlas" !!!!
keren toh klo punya mamah yang bijaksana skaligus gaul ?????!!!!! tapi yg bkin ka jengkel,,, mamah ku lebih langsing,, dan lebih cantik daripada sayah !!!!!
but it's okeh ! qta hrus tap mngucap syukur dalam segala hal !!! sekalipun itu menyakitkan !
selasa, 30 maret 2010
saya kemarin dapad undangan untuk nonton film aliguka di graha pena..... lumayanlah,, cuma muncul di film itu 2 detik tapi bisa nonton gratis,, dapat cocacola lagi !!!!
film itu mengisahkan tentang seorang mahasiswa fakultas hukum yang cenderung individualis dimata teman2nya... dia seorang pemikir yang selalu menulis untuk mengeluarkan nama-nama penjahat yang ada di kepalanya.... tulisannya yang terlalu berani selalu ditolak oleh media massa..... terlebih lagi judul skripsinya yang ditolak karena dia ingin meneliti korupsi anggota dewan padahal ayahnya adalah seorang anggota dewan.... dibanding hidup dalam kemewahan orang tuanya,, dia lebih memilih tinggal di workshop dan menjadi tukang parkir.....
film ini membuat saya tersentuh jika mengingat para pejabat yang mandi uang tanpa mengingat rakyat kecil yang harus membanting tulang bahkan berbuat kejahatan untuk menyambung hidup.... yah.... tapi itulah realita yang terjadi sekarang... saya belum mampu berbuat apa-apa untuk membersihkan mental "binatang" itu... saya hanyalah mahasiswa tingkat 1 yang belum punya bekal yang cukup untuk melawan matahari....
saya teringat kata-kata seseorang yang mengatakan " habis pi seluruh isi alam,, rusak total pi alam,,,, kiamat pi dunia,,,, baru orang-orang sadar kalau uang tidak bisa menyelamatkan "....
yah.... manusia2 modern ini cenderung bersifat individualis demi mendapatkan satu benda yaitu uang..... memang uang hanya satu-satu ny alat tukar menukar yang berlaku di dunia... tapi,,,, bukan uang lah yang mendatangkan kebahagiaan yang hakiki.... tujuan hidup utama manusia seharusnya bukanlah uang.... uang menjadi semacam berhala yang keren di mata manusia.... dan itu sama saja kita menduakan tuhan....uang adalah masalah yang terkecil dalam hidup ini. masih banya persoalan lain yang seharusnya lebih kita perhatikan.
seharusnya kita yang mengendalikan uang... bukan kita yang dikendalikan oleh uang.... bukankah kita di perbudak oleh uang jika kita mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan sesama kita ?????
kemarin saya disuruh mace untuk bersihkan gudang.. aslimi malaskuh !!! sudah 3 centi mi kapang tebalnya itu debu di lantai... mace kuh yang sangat pengertian itu suruhka bongkar buku-buku lama nya yang ada dalam dos yang biar saya bisa masuk..... alasannya bedeng mauki bkin perpus mini di teras blakang rumahku yang lama nda digunakan.... kebanyakan buku-bukunya maceku itu buku-buku berbau marketing ato bisnis.... trus banyak juga album foto jadul.... apalagi buku masakan !!! ededeh...... bukan main banyaknya baru nda pernah tonji dipraktekkan sama mace ku !!! akhirnya tertegunka waktu liad satu buku yang ada di paling bawah..... itu alkitab ku waktu masih SD... itu alkitab dikasih ka sama teman skolah minggu ku namanya delicia gara2 nda punya ka alkitab karena mmg malaska membawa dan membacanya.... lama ku liati itu buku.... banyak coretan anak SD,, stabilo untuk ayat-ayat hafalan,,, sampe nmr telfon pemain bass idola ku...
buku itu buatka tetegun dan bertanya sudah berapa lama saya nda baca itu buku yang bernama alkitab ????? secara,, itu alkitab adalah satu-satunya alkitab yang saya punya.. selama ini saya selalu dimanjakan dengan fasilitas gereja yang menampilkan ayat di layar yang sangat besar yang biar saya nda pke kacamata bisaja baca ki padahal slalu ka duduk di balkon... sampe di rumah,, nda pernah ka juga tertaik untuk membaca buku itu..... lebih tertarikka baca komik,,, novel terutama punya paulo coelho,, dan buku-buku menarik lainnya....
saya ambil itu alkitab yang penuh debu trus saya bawa ke meja blajarku... dalam hati saya bilang,,, bakalan saya coba untuk mulai membaca buku itu lagi..
saya merasa sangad malu.... di mata teman-teman dan orang disekitar saya,,, saya adalah orang yang sangad cinta buku.... kalo sudah membaca,,, saya bisa jadi "autis mendadak" ( kata-katanya rachel ),,,, karena saya bakal fokus sama itu buku bahkan saya bisa saja tidak mendengar suara di sekeliling saya.... tapi,,, sebanyak-banyak nya buku yang sudah kubaca,,, tetap saja tidak adah artinya kalau kitab suci sendiri tidak dibaca jika di luar gereja....
ini suatu tamparan telak untukku sebagai pecinta buku.....



